Mengapa ada danau air asin?

Mengapa ada danau air asin?

Pertama kita harus mengetahui apa arti danau itu sendiri, danau adalah suatu kumpulan air dalam suatu basin atau cekungan. Dan menurut jenis airnya, danau di bagi 2 yaitu danau air asin dan danau air tawar.

Pembentukan Danau air asin

Pada umumnya terdapat di daerah semi arid atau arid, dimana tidak adanya pelepasan air laut sehingga air yang mengisi cekungan danau hanya berkurang melalui proses penguapan.

Daerah arid atau semi arid adalah daerah  yang mempunyai iklim kering dan curah hujan yang tidak menentu sekitar 700 mm pertahun dan kekeringan secara periodik. Daerah arid atau daerah iklim kering adalah daerah yang memiliki curah hujan bervariasi yaitu 50-100% dengan rata-rata hingga 350mm per tahun. Dan daerah semi arid atau daerah iklim semi kering adalah daerah yang memiliki curah hujan bervariasi antar tahunan antara 20-50% dengan rat-rata hingga 700mm.

Pembentukan danau air asin juga terjadi karena tempat yang dahulunya adalah lautan dan kemudian air laut tersebut terperangkap dalam cekungan daratan yang di sebabkan oleh berbagai macam peristiwa alam, seperti pergerakan seismik atau gempa bumi.

Sehingga air asin yang terdapat pada danau air asin bersumberkan langsung dari air laut yang dahulunya adalah lautan lepas.

Danau –danau tersebut dapat surut, bahkan sampai tidak ada airnya seperti pada musim kering yang berkepanjangan. Dan apabila danau semacam ini menjadi kering, maka tinggalah lapisan garam pada dasar danau tersebut.

Dan danau seperti ini disebut danau temporer atau danau sementara, mengapa danau seperti ini memiliki sifat temporer karena kering atau surut pada saat terjadi kekeringan yang cukup lama dan terisi kembali oleh air pada saat hujan terjadi.

Danau- danau yang bersifat temporer banyak terdapat di daerah arid yang memiliki kadar garam tinggi.contoh-contoh danau air asin adalah Great Salt Lake, kadar garamnya sebesar 18,6% , danau merah kadar garamnya 32%, dan danau kaspia atau yang sering di sebut dengan nama laut kaspia.


Gb. Laut caspia dilihat dari orbit

Gb. Danau Napabale di Indonesia

Sumber gambar http://www.google.co.id

Laut caspia merupakan sebuah laut yang terkurung oleh daratan di antara Asia dan Eropa (Rusia Eropa). Laut caspia merupkan kumpulan air asin terbesar di daratan, dengan luas permukaan 371.000 km 2, dan memiliki kateristik yang dimiliki oleh laut dan danau. Dan laut caspia sering dikategorikan danau terbesar di dunia.

Danau air asin pun terdapat di Indonesia salah satunya, Danau Napabale. Danau Napabale terletak di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara. Terletak di kaki bukit, dihubungkan ke laut melalui sebuah terowongan alami. Pada saat air laut surut para pengunjung dapat melintasi terowongan tsb. Namun apabila air laut sedang pasang sangat berbahaya untuk berenang karena air laut akan naik sampai ketinggian setengah meter di atas terowongan alam tsb. Di indonesia, pada umumnya danau air asin terletak dekat dengan pantai sehingga sumber asin danau tersebut berasal dari air laut pada saat terjadi air pasang.

Leave a comment »

Daftar Istilah-istilah Ekologi Laut Tropis

  • Ekologi : ilmu yang mempelajari interaksi makhluk hidup dengan lingkungan hidupnya
  • Materi : setiap objek atau bahan yang membutuhkan ruang, yang jumlahnya diukur oleh suatu sifat yang disebut massa.
  • Ekosistem : interaksi antara manusia dan makhluk hidup
  • molekul : sebagai sekelompok atom (paling sedikit dua) yang saling berikatan dengan sangat kuat (kovalen) dalam susunan tertentu dan bermuatan netral serta cukup stabil
  • Sel : kumpulan dari beberapa molekul
  • Jaringan : kumpulan dari beberapa sel
  • Individu : kumpulan dari beberapa jaringan
  • Populasi : kumpulan dari beberapa individu
  • Komunitas : kumpulan dari beberapa komunitas
  • Laut : kumpulan air asin yang luas dan berhubungan dengan samudra
  • Habitat : tempat hidup dari suatu makhluk hidup
  • Relung : ( niche) profesi dari makhluk hidup dalam habitatnya
  • Adaptasi : penyesuaian diri terhadap lingkungan akibat lingkungan yang berubah
  • Fisiologi : penyesuaian yang dipengaruhi oleh lingkungan sekitar yang menyebabkan adanya penyesuaian pada alat-alat tubuh untuk mempertahankan hidup dengan baik.
  • Morfologi : adalah penyesuaian pada organ tubuh yang disesuaikan dengan kebutuhan organisme hidup.
  • Tingkah laku : penyesuaian mahkluk hidup pada tingkah laku / perilaku terhadap lingkungannya
  • Culture shock : kekagetan suatu makhluk hidup dalam menghadapi budaya yang baru
  • Evolusi :  proses perubahan secara berangsur-angsur (bertingkat) dimana sesuatu berubah menjadi bentuk lain (yang biasanya) menjadi lebih kompleks/ rumit ataupun berubah menjadi bentuk yang lebih baik
  • Revolusi : perubahan sosial dan kebudayaan yang berlangsung secara cepat dan menyangkut dasar atau pokok-pokok kehidupan masyarakat
  • Mutasi : perubahan yang terjadi pada bahan genetik (DNA maupun RNA), baik pada taraf urutan gen (disebut mutasi titik) maupun pada taraf kromosom
  • Niche (relung): profesi makhluk hidup dalam haitatnya
  • Spesies : suatu takson yang dipakai dalam taksonomi untuk menunjuk pada satu atau beberapa kelompok individu (populasi) yang serupa dan dapat saling membuahi satu sama lain di dalam kelompoknya (saling membagi gen) namun tidak dapat dengan anggota kelompok yang lain.
  • Organisme : kumpulan molekul-molekul yang saling mempengaruhi sedemikian sehingga berfungsi secara stabil dan memiliki sifat hidup.
  • Aliran energi : merupakan rangkaian urutan pemindahan bentuk energi satu ke bentuk energi yang lain dimulai dari sinar matahari lalu ke produsen, konsumen primer, konsumen tingkat tinggi, sampai ke saproba di dalam tanah.
  • Rantai makanan : perpindahan energi makanan dari sumber daya tumbuhan melalui seri organisme atau melalui jenjang makan (tumbuhan-herbivora-carnivora-omnivora).
  • Tingkatan Trofik : urutan makan memakan dalam rantai makanan
  • Dekomposer : makhluk hidup yang berfungsi untuk menguraikan makhluk hidup yang telah mati, sehingga materi yang diuraikan dapat diserap oleh tumbuhan yang hidup disekitar daerah tersebut.
  • Produsen : Tumbuhan menjadi tingkatan trofik pertama karena sebagai produsen dan awal dari aliran energi
  • Konsumen primer : Tumbuhan menjadi makanan bagi hewan herbivora
  • Konsumen sekunder : Hewan pemakan tumbuhan (herbivora) menjadi makanan oleh hewan karnivora
  • Detritus : organisme pengurai
  • Herbivora : hewan pemakan tumbuhan
  • Karnivora : hewan pemakan daging
  • Omnivora : hewan pemakan segalanya
  • Netral : Hubungan tidak saling mengganggu antarorganisme dalam habitat yang sama yang bersifat tidak menguntungkan dan tidak merugikan kedua belah pihak
  • Kompetisi : ada persaingan dalam mencari makanan
  • Predasi : hubungan antara mangsa dan pemangsa (predator). Hubungan ini sangat erat sebab tanpa mangsa, predator tak dapat hidup. Sebaliknya, predator juga berfungsi sebagai pengontrol populasi mangsa.
  • Mutualisme : hubungan antara dua organisme yang berbeda spesies yang saling menguntungkan kedua belah pihak
  • Komensalisme : hubunganantara dua organisme yang berbeda spesies dalam bentuk kehidupan bersama untuk berbagi sumber makanan; salah satu spesies diuntungkan dan spesies lainnya tidak dirugikan.
  • Parasitisme : hubungan antarorganisme yang berbeda spesies, bilasalah satu organisme hidup pada organisme lain dan mengambil makanan dari hospes/inangnya sehingga bersifat merugikan inangnya.
  • Antibiosa /amensalisme : populasi yang terdiri atas dua jenis tumbuhan atau lebih yang hidup berkelompok di daerah tertentu yang salah satu jenisnya akan terpengaruh oleh kehadiran jenis tumbuhan lain
  • Suksesi : Perkembangan ekosistem menuju kedewasaan dan keseimbangan
  • Suksesi Primer : terjadi bila komunitas asal terganggu. Gangguan ini mengakibatkan hilangnya komunitas asal tersebut secara total sehingga di tempat komunitas asal terbentuk habitat baru. Ganguan ini dapat terjadi secara alami dan juga dapat terjadi karena perbuatan manusia.
  • Suksesi Sekunder : terjadi bila suatu komunitas mengalami gangguan, balk secara alami maupun buatan. Gangguan tersebut tidak merusak total tempat tumbuh organisme sehingga dalam komunitas tersebut substrat lama dan kehidupan masih ada.
  • Diversitas : keanekaragaman
  • Siklus biogeokimia : siklus organikanorganik adalah siklus unsur atau senyawa kimia yang mengalir dari komponen abiotik ke biotik dan kembali lagi ke komponen abiotik. Siklus unsur-unsur tersebut tidak hanya melalui organisme, tetapi jugs melibatkan reaksireaksi kimia dalam lingkungan abiotik
  • Autorof : makhluk hidup yang dapat memproduksi mkanannya sendiri
  • Heterotrof : makhluk hidup yang membutuhkan makhluk hidup lainnya dalam memproduksi makanan
  • Siklus nitrogen : siklus yang melibatkan amonia, ion nitrit dan ion nitrat menjadi nitrogen yang di lepaskan ke udara
  • siklus fosfor : siklus yang melibatkan fosfor, dalam hal input atau sumber fosfor-proses yang terjadi terhadap fosfor- hingga kembali menghasilkan fosfor lagi
  • Siklus karbon : siklus biogeokimia dimana karbon dipertukarkan antara biosfer, geosfer, hidrosfer, dan atmosfer Bumi (objek astronomis lainnya bisa jadi memiliki siklus karbon yang hampir sama meskipun hingga kini belum diketahui).
  • Ekosistem mangrove : suatu tipe ekosistem hutan yang tumbuh pada tanah lumpur dan daerah pantai yang juga di pengaruhi oleh pasang surut air laut dan tergenang saat pasang dan kering saat surut
  • Nutrient : bahan kimia yang di butuhkan oleh organisme hidup untuk hidup dan tumbuh atau zat untuk metabolisme suatu organisme yang di ambil dari lingkungannya
  • Pelapukan (weathering) : perubahan akibat cuaca
  • Erosi : kelompok proses-proses eksogen yang menguraikan batuan secara fisik dan kimia dan mentransfort material yang di hasilkannya dengan media yang bergerak air, angin, dan es tentunya di bawah gayan gravitasi
  • Intrusi : sebuah batuan beku yang telah menjadi kristal dari sebuah magma yang meleleh di bawah permukaan bumi
  • Ekosistem padang lamun : sistem (organisasi) ekologi padang lamun yang terdiri dari komponen biotik dan abiotik
  • Integrated Coastal Zone Management (ICZM) : Pengelolaan pemanfaatan sumberdaya alam dan jasa-jasa lingkungan yang terdapat di kawasan pesisir dengan cara melakukan penilaian secara menyeluruh (Comprehensive assessment)
  • ekosistem terumbu karang : ekosistem di dasar laut tropis yang dibangun terutama oleh biota laut penghasil kapur (CaCO3) khususnya jenis­-jenis karang batu dan alga berkapur, bersama-sama dengan biota yang hidup di dasar lainnya seperti jenis­jenis moluska, krustasea, ekhinodermata, polikhaeta, porifera, dan tunikata serta biota-biota lain yang hidup bebas di perairan sekitarnya, termasuk jenis-jenis plankton dan jenis-jenis nekton
  • Nursery ground : daerah tempat asuhan organisme aquatik yang masih relatif muda
  • Spawning ground : daerah tempat memijah atau berkembang biak
  • Feeding ground :daerah tempat mencari makanan
  • Wilayah pesisir : wilayah peralihan antara laut dan daratan, ke arah darat mencakup daerah yang masih terkena pengaruh percikan air laut atau pasang, dan ke arah laut meliputi daerah papaan benua
  • Estuaria : perairan semi tertutup yang berhubungan bebas dengan laut, sehingga air laut dengan salinitas yang tinggi dapat bercampur dengan air tawar
  • Komponen abiotik : komponen dalam alam semesta yang tidak hidup, misalnya air, udara, cahaya dll
  • Komponen biotik : komponen dalam alam semesta yang hidup, misalnya manusia, hewan, tumbuhan dll
  • Organisme biotik : organisme yang hidup pada komponen biotik
  • Organisme abiotik : organisme yang hidup pada komponen abiotik
  • Laut tropik : laut yang intensitas penyinaran mataharinya sangat banyak dan terdapat pada wilayah yang mempunyai 2 musim yaitu musim panas dan musim hujan.
  • Laut subtropik : laut yang intensitas penyinaran mataharinya relatif sedikit dan terdapat pada wilaya yang mempunyai 4 musim yaitu musim panas, musim gugur, musim semi, dan musim dingin.
  • Laut kutub : laut yang yang intensitas penyinaran mataharinya sangat sedikit karena wilayahnya ditutupi oleh es.

Leave a comment »

Ekosistem Mangrove Di Taman Nasional Ujung Kulon Jawa Barat

Oleh: Kaulina silvitiani dan Aisyah tri cahyani

Kawasan hutan mangrove merupakan ciri khas wilayah pesisir (coastal) dengan ekosistem yang sangat kompleks. Ekosistem mangrove umumnya merupakan sistem peralihan dimana terjadi pertukaran material dan energi dari wilayah sekitar laut, perairan tawar dan ekosistem terestrial. Oleh karena itu kawasan mangrove dapat memberi dukungan terhadap keragaman jenis flora dan fauna laut, perairan tawar dan juga ekosistem darat.

Mangrove merupakan sumberdaya laut yang memiliki fungsi dan peran sangat penting, baik secara ekologis, sosial maupun ekonomis bagi biota lain dan mendukung kehidupan masyarakat yang berdiam di wilayah pesisir.

Peran dan fungsi ekologis dari hutan mangrove antara lain sebagai tempat tinggal sementara atau tetap, mencari makan, bereproduksi, memijah dan membesarkan anak bagi berbagai biota yang berasosiasi dengannya. Hutan mangrove juga berperan sebagai peredam pemanasan global, gudang plasma nutfah serta pelindung pantai dari hempasan gelombang.

Hutan mangrove merupakan kekayaan yang sangat besar dan unik yang hanya dimiliki oleh sedikit negara di daerah tropis yang harus dikelola dengan baik agar memberikan manfaat yang optimal secara lestari. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan berbagai data dan informasi yang baik dan akurat meliputi berapa besar potensi mangrove, tempat keberadaannya, kondisi dan manfaat yang dapat diberikan serta pola pemanfaatannya. Data tersebut dapat diperoleh melalui program pengembangan sumber daya manusia yang terarah, penelitian yang komprehensif serta pendanaan yang memadai.

Taman Nasional Ujung Kulon merupakan salah satu kawasan ekosistem hutan hujan tropis dataran rendah yang tersisa dan terluas di Jawa Barat, dan mempunyai beberapa ekosistem salah satunya ekosistem mangrove.

Gb 1. Ekosistem Mangrove di Ujung Kulon

Biasanya jenis mangrove yang ada di ujung kulon yaitu jenis Rhizophora apiculata atau Bruguiera parvifolia. Di ujung kulon terdapat beberapa satwa yang terdiri dari 35 jenis mamalia, 5 jenis primata, 59 jenis reptilia, 22 jenis amfibia, 240 jenis burung, 72 jenis insekta, 142 jenis ikan dan 33 jenis terumbu karang.

Pada kawasan ekosistem mangrove di ujung kulon terdapat banyak aliran energi atau rantai makananan. Karena di kawasan taman nasional ujung kulon terdapat banyak habitat sehingga banyak juga terjadinya kompetisi dalam mencari makanan. Dan manusia pun turut andil sebagai konsumen pada rantai makanan tersebut.

Rantai makanan yang terdapat pada ekosistem mangrove seperti contoh gambar di bawah ini :

Gb 2. Rantai maknan yang terjadi pada ekosistem mangrove

Aliran sungai akan membawa bahan-bahan organik dan daun-daun serta batang mangrove yang sudah tua, setelah itu bahan-bahan tersebut mengalami dekomposisi sebelum menjadi unsur hara. Pada saat daun-daun dan batang mangrove gugur dan jatuh di atas air atau lumpur yang lembab pada saat itulah terjadi proses dekomposisi bahan organik oleh jamur-jamur dan bakteri. Yang di ubah menjadi substrat yang lebih kecil dan lebih halus sehingga memungkinkan untuk dimakan oleh makhluk hidup lain seperti kepiting dan makhluk invertebrata lainnya. Kemudian terbentuklah partikel organik yang lebih kecil seperti feses (kotoran), setelah feses tersebut dimanfaatkan oleh organisme pemakan deposit dan menjadi feses yang lebih lembut lagi yang dan di manfaatkan oleh organisme penyaring makanan.

Dari hasil proses dekomposisi dan aktivitas bakteri dan jamur menghasilkan bahan organik yang mempunyai sifat terlarut dan kemudian dimanfaatkan kembali oleh organisme invertebrata dan organisme lainnya yang nantinya menghasilkan feses yang terlarut bersama bahan organik lainnya dan bahan organik tersebut terbawa arus dan kemudian akan tersangkut di ekosistem mangrove. Bahan terlarut tersebut di manfaatkan oleh fitoplankton sebagai produsen  melalui proses fotosintesis. Fitoplankton kemudian akan di makan oleh zooplankton. Zooplankton akan di makan kembali oleh ikan dan invertebrata lainnya. Maka di sini terjadi aliran energi makanan melalui proses dekomposisi.

Rantai ini dimulai dengan  produksi karbohidrat dan karbon oleh tumbuhan melalui proses Fotosintesis. Sampah daun kemudian dihancurkan oleh amphipoda dan kepiting. Proses dekomposisi berlanjut melalui pembusukan daun detritus secara mikrobial dan jamur  dan penggunaan ulang partikel detrital (dalam wujud feses) oleh bermacam-macam detritivor, diawali dengan invertebrata meiofauna dan diakhiri dengan suatu spesies semacam cacing, moluska, udang-udangan dan kepiting yang selanjutnya dalam siklus dimangsa oleh karnivora tingkat rendah. Rantai makanan diakhiri dengan karnivora tingkat tinggi seperti ikan besar, burung pemangsa, kucing liar atau manusia.

Contoh di mana manusia mejadi salah satu konsumen. Seperti gambar di bawah ini :

Gb 3. Dimana manusia menjadi salah satu konsumen di dalam rantai makanan pada ekosistem mangrove

Daur energi pada ekosistem mangrove

Gb 4. Rantai makanan dan tingkatan trofiknya

Produsen

Tumbuhan menjadi tingkatan trofik pertama karena sebagai produsen dan awal dari aliran energi.

Konsumen primer

Tumbuhan menjadi makanan bagi hewan herbivora dan menjadi tingkatan trofik 2.

Konsumen sekunder

Hewan pemakan tumbuhan (herbivora) menjadi makanan oleh hewan karnivora dan menjadi tingkatan trofik 3

Dekomposer

Hewan tingkat trofik 3 mengalami kematian dan kemudian di urai oleh dekomposer.

Daftar pustaka

Anonim.2008.Taman Nasional Ujung Kulon.http://www.dephut.go.id.

Anonim.Fauna mangrove dan di interaksi mangrove.http://web.ipb.ac.id.

R,kasijan.2007.Biologi Laut cetakan ketiga.Jakarta:Djambatan.

Kaulina silvitiani, penulis di lahirkan di kota kembang tepatnya di daerah Majalaya pada tanggal 03 juni 1990, dia telah menyelesaikan sekolah menengah atas pada tahun 2008 dan sedang melanjutkan strata 1 di universitas padjadjaran dengan mengambil jurusan ilmu kelautan. Selalu terseyum dan berusaha adalah moto dari penulis itu sendiri. Menyukai bidang konservasi.

Leave a comment »

PERUBAHAN IKLIM AKIBAT CLORO FLORO CARBON (CFC)

kaulina silvitiani

230210080016

Iklim adalah kondisi rata-rata cuaca dalam waktu yang panjang. Studi tentang iklim dipelajari dalam meterologi. Iklim di bumi sangat dipengaruhi oleh posisi matahari terhadap bumi. Beberapa klasifikasi iklim di bumi ini di tentukan oleh letak geografis seperti iklim tropis, iklim sub tropis dan lain-lain. Tetapi iklim dapat berubah apabila keseimbangan bumi tidak di jaga.

Gb.Mekaniame perubahan iklim

Perubahan iklim adalah suatu fenomena yang tidak bisa di hindari lagi. Sekarang banyak penyebab yang mengakibatkan perubahan iklim terjadi. Kebanyakan aktifitas manusia yang menjadi penyebab paling besar contohnya asap pembakaran dari pabrik, kendaraan, dan pembalakan atau penebangan hutan secara liar. Menurut Intergovermental Panel on Climate Change ( IPCC ) temperatur permukaan panas bumi rata-rata meningkat dari 0,3 Celcius menjadi 0,6 Celcius  dalam kurun waktu 100 tahun terakhir, jika jumlah emisi gas rumah kaca terus terbentuk diatmosfir maka diperkirakan pada tahun 2030 temperatur bumi akan mengalami kenaikan sampai 1,5 Celcius- 4,5 Celcius.

Karena perubahan iklim alam menjadi rusak dan banyak terjadi bencana dimana-mana dan juga menaikan tempratur suhu bumi. Peningkatan temperatur panas bumi seperti ini akan menimbulkan perubahan iklim yang akan mengakibatkan naiknya permukaan laut,meluasnya padang pasir, pengasinan sumber air minum, banjir besar disetiap negara-negara kepulauan dan bencana kelaparan diseluruh dunia karena daerah-daerah pertanian akan musnah serta ekosistem akan mengalami kehilangan sebagian besar keanekaragaman species.

Selain daripada itu adalagi masalah yang diakibatkan oleh perubahan iklim yang berdampak pada perubahan air laut yang dapat mengubah populasi ikan,  perubahan curah hujan yang dapat mempengaruhi aliran sungai, penyimpanan air sungai yang berdampak bagi irigasi dan navigasi.

Perubahan iklim terjadi akibat lapisan ozon yang semakin menipis yang di sebabkan oleh adanya radiasi matahari atau terperangkapnya panas matahari yang disebabkan oleh gas efek rumah kaca yang salah satunya gas cloro floro carbon atau biasanya lebih dikenal dengan CFC. Dampak bagi kesehatan mahluk hidup dari menipisnya lapisan ozon yaitu masalah pernapasan, berkurangnya sistem kekebalan tubuh.

Chloro Fluro karbon (juga disebut CFC) adalah gas terdiri dari tiga unsur Klor, Fluor dan Carbon. Mereka pernah digunakan secara luas sebagai pendingin dalam kulkas dan sebagai pendorong dalam kaleng aerosol. Saat itu ditemukan pada akhir 1970-an dan awal 1980-an bahwa CFC dari kulkas tua dan rusak dan kaleng aerosol tua secara bertahap menemukan jalan masuk ke bagian atas atmosfer di mana mereka merusak lapisan ozon. Lapisan ozon melindungi Bumi dari radiasi berbahaya. Sebagai result kerusakan, lubang-lubang mulai muncul di lapisan ozon di atas Kutub Selatan setiap musim panas, semakin besar setiap tahun. Akhirnya penggunaan CFC dalam aerosol dan kulkas di larang. Bukan hanya terdapat di dalam kulkas atau kaleng aerosol cfc pun di temukan di dalam AC, asap pembakaran pabrik, kendaraan, dan hutan. Pada dasarnya cfc tidak berbahaya, tetapi karena pemakaiannya yang berlebih cfc dapat merusak lapisan ozon yang melindungi bumi dari radiasi matahari.

Cloro floro carbon juga menjadi salah satu pemegang andil dalam gas efek rumah kaca. Gas efek rumah kaca disebabkan oleh  karena naiknya konsentrasi gas karbondioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer. Kenaikan konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan bakar minyak (BBM), batu bara dan bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk mengabsorbsinya.

Gb. Terjadinya Efek Rumah Kaca

Menurut perhitungan simulasi, efek rumah kaca telah meningkatkan suhu rata-rata bumi 1-5 °C. Bila kecenderungan peningkatan gas rumah kaca tetap seperti sekarang akan menyebabkan peningkatan pemanasan global antara 1,5-4,5 °C sekitar tahun 2030. Dengan meningkatnya konsentrasi gas CO2 di atmosfer, maka akan semakin banyak gelombang panas yang dipantulkan dari permukaan bumi diserap atmosfer. Hal ini akan mengakibatkan suhu permukaan bumi menjadi meningkat. Yang dapat mengakibatkan meningkatnya suhu permukaan bumi akan mengakibatkan adanya perubahan iklim yang sangat ekstrim di bumi. Hal ini dapat mengakibatkan terganggunya hutan dan ekosistem lainnya, sehingga mengurangi kemampuannya untuk menyerap karbon dioksida di atmosfer. Tetapi di samping dampak negatifnya efek rumah kaca mempunyai efek positifnya yaitu menjadi alat penghagat untuk bumi.

Ternyata banyak sekali dampak yang merugikan yang di sebabkan oleh perubahan iklim yang di akibatkan oleh cloro floro carbon dan banyak pencegahan yang dapat kita lakukan untuk menekan perubahan iklim lebih parah lagi dengan menjaga lingkungan kita. Contohnya salah satunya kita harus menjaga hutan dari pembalakan atau penebangan hutan secara liar. Karena hutan di areal hutan, tanaman menyerap karbon dioksida dari atmosfer dan melepaskan gas oksigen ke atmosfer sebagai proses photosintesis. Laut juga termasuk salah satu daerah yang harus kita jaga. Terdapat istilah carbon sink yang sering di gunakan dalam bidang perubahan iklim. Istilah ini berkaitan dengan fungsi hutan dan laut sebagai penyerap (sink) dan penyimpan (resevoir) carbon. Daratan maupun lautan berfungsi menjadi tempat menyerap gas karbon dioksida (CO2). Gas ini dapat diserap oleh tumbuhan melalui proses fotosintesis, sedangkan di lautan, gas karbon dioksida digunakan oleh fitoplankton untuk proses fotosistesis, dapat tenggelam ke dalam laut beserta dengan pemakan fitoplakton dan predator tinggi lainnya. Proses perpindahan gas karbon dioksida dari atmosfer (lautan dan daratan) disebut sebagai carbon sequestration.

Pada KTT Copenhagen pada desember lalu untuk mencegah perubahan iklim telah di putuskan bahwa dunia akan membayar negara-negara yang memiliki hutan hujan tropis karena hutan hujan tropis sangat bermanfaat untuk penyerapan gas efek rumah kaca yang salah satunya adalah cfc. Dan kita negara indonesia adalah salah satu negara yang mempunyai hutan hujan tropis. Maka dari itu mari kita lesatarikan hutan dan laut indonesia untuk menjadikan masa depan lebih baik.

Comments (24) »

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Comments (3) »